Home » , , , , , , » BULETIN AL-UKHUWAH: Jalinan Cinta antara Ahlul Bait dan Sahabat Rasulullah ﷺ

BULETIN AL-UKHUWAH: Jalinan Cinta antara Ahlul Bait dan Sahabat Rasulullah ﷺ

Written By Arwandy Mu'min on Rabu, 30 Maret 2016 | 06.27

Sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang-orang yang senantiasa menemani dan berjuang bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mendakwahkan Islam, baik di masa hidup maupun sepeninggal beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.
Begitu pula Ahlul Bait, keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia. Mereka hidup bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan turut berjuang untuk Islam.
Hubungan antara para sahabat dengan Ahlul Bait amat dekat. Keduanya saling mencintai, mengasihi dan menyayangi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya),  
“Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para Mukmin, dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfal: 62-63).
Syaikh Abdul Karim Al-Harani hafizhahullah memberikan catatannya terkait dengan firman Allah Ta’ala di atas, “Hati Ahlul Bait dan para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkumpul di atas satu kalimat yang sama, yaitu di atas kalimat tauhid, Islam dan kecintaan. Ayat ini dan yang lainnya adalah prinsip utama yang dijadikan sebagai rujukan (dalam menjelaskan hubungan antara Ahlul Bait dan Sahabat Nabi-pen.).” (Kaifa Naqra Tarikh al-Aal wa al-Ashhab hal. 28, al-Manhaj).
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Ummul Mukminin, Aisyah bahwa Abu Bakar berkata kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, “Demi Zat Yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh (menjalin hubungan dengan) kerabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih aku cintai daripada aku menyambung (tali kekeluargaan) dengan kerabatku.”

HUBUNGAN KEKERABATAN ANTARA NABI
SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM DENGAN KHULAFA’ AR-RASYIDIN
Sahabat Nabi yang utama seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali radhiyallahu anhum ajmain adalah orang-orang terdekat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka adalah mertua dan menantu idaman. Berikut penjelasannya:

Pertama,
Abu Bakar ash-Shiddiq khalifah pertama, adalah mertua Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau adalah ayah dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang amat beliau cintai. Wanita mulia ini adalah isteri beliau yang banyak meriwayatkan hadits dengan jumlah mencapai 2.210 hadits. Seringkali para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya kepada beliau dalam masalah fatwa. Selain itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memilih kediamannya sebagai tempat peristirahatannya ketika sakit sampai wafatnya.
Atas dasar inilah, Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu sebagai bapak mertua Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sekaligus menjadi Sahabat setia dan sejati Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hingga ajal menjemputnya dimakamkan di samping pusara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kedua,
Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu. Beliau adalah khalifah kedua, mertua Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau adalah ayah dari Hafshah, putri Umar yang dinikahi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada tahun ketiga Hijriyah. Beliau adalah seorang wanita yang gemar berpuasa. Dikenal sebagai aminatul ummah (wanita terpercaya ummat) dalam menjaga dan memelihara Mushaf al-Qur’an yang telah dikumpulkan pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq.
Sedangkan ayahnya, Umar bin Khatthab radhiyallahu anhu, seorang lelaki yang senantiasa menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam semenjak awal Islam hingga beliau shallallahu ‘alaihi wasallam wafat. Ia pun dimakamkan di samping sahabat dan menantunya sendiri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ketiga,
Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliaulah khalifah ketiga, menantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menikahi dua putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga dijuluki dengan dzun nurain (yang memiliki dua cahaya). Pertama, beliau menikah dengan Ruqayyah binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah Ruqayyah wafat, Utsman menikah dengan Ummu Kultsum binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Beliau adalah salah seorang yang mendapatkan kabar gembira dengan surga, dan termasuk generasi pertama masuk Islam. Sahabat yang pernah merasakan dua kali hijrah; ke Habasyah dan Madinah.

Keempat,
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Beliau adalah khalifah ke empat, menantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menikah dengan putri kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Fathimah az-Zahra radhiyallahu anha. Darinyalah Hasan dan Husain radhiyallahu ‘anhuma dilahirkan.
Pada perang Khaibar, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Niscaya aku akan berikan panji perang ini esok hari kepada seorang laki-laki, Allah memberikan kemenangan melalui tangannya, ia mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah dan Rasul-Nyapun mencintainya.”
Ternyata panji itu diberikan kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu.

SALING MENIKAHKAN ANTARA KETURUNAN AHLUL BAIT DAN SAHABAT
Ada banyak pernikahan antara Ahlul bait dan Sahabat, di antaranya,
  • Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhuma, cucu kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikah dengan cucu Abu Bakar As-Shiddiq, yaitu Hafshah binti Abdurrahman bin Abu Bakar As-Shiddiq.
  • Dari cucu Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma, Musa al-Jaun bin Abdillah Al-Mahadh bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib menikah dengan cucu Abdurrahman, Ummu Salamah binti Muhammad bin Thalhah bin Abdillah bin Abdirrahman bin Abu Bakar As-Shiddiq pada tahun 154 H.
  • Sedangkan dari garis keturunan Husain bin Ali radhiyallahu anhuma, Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib menikah dengan Ummu Farwah binti Qasim Al-Faqih bin Muhammad bin Abi Bakar As-Shiddiq pada tahun 80 H.
AHLUL BAIT MENAMAI ANAK-ANAKNYA DENGAN NAMA SAHABAT
Banyak dari keturunan Ahlul Bait memberi nama anak-anak mereka dengan nama Sahabat Nabi yang mulia, seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan bahkan Asiyah.
  1. Ahlul Bait dengan nama Abu Bakar: Abu Bakar bin Ali bin Abi Thalib , Abu Bakar bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar bin Ali Zainal Abidin , Abu Bakar bin Musa al-Kazhim, Abu Bakar bin Ali ar-Ridha.
  2. Ahlul Bait dengan nama Umar: Umar bin Ali bin Abi Thalib , Umar bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib, Umar bin al-Husain bin Ali bin Abi Thalib, Umar bin Ali Zainal Abidin, Umar bin Musa al-Kazhim.
  3. Ahlul Bait dengan nama Utsman: Utsman bin Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Aqil bin Abi Thalib.
  4. Ahlul Bait dengan nama Aisyah: Aisyah binti Ja’far ash-Shadiq, Aisyah binti Musa al-Kazhim, Aisyah binti Ali ar-Ridha, Aisyah binti Ali al-Hadi.
DOKTRIN SYIAH: AHLUL BAIT Vs SAHABAT
Syiah adalah salah satu sekte yang paling gencar mempropagandakan permusuhan antara Ahlul Bait dengan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Namun cukuplah fakta di atas sebagai bukti bahwa yang terjadi adalah sebaliknya.
Salah satu dalih mereka adalah pemberian nama-nama Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Aisyah oleh Ahlul Bait kepada anak-anak mereka tidak menunjukkan kecintaan Ahlul Bait kepada Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Aisyah karena nama-nama itu adalah nama-nama yang umum di kalangan Arab. Pertanyaannya, masuk akalkah seseorang menemakan anak-anaknya dengan nama musuh-musuh mereka?
Sekali lagi, pemberian nama dan hubungan pernikahan antara Ahlul Bait dan Sahabat Nabi ini menjadi bukti bahwa di antara mereka tak pernah ada rasa benci dan dengki. Yang ada hanyalah rasa cinta, kasih, dan sayang. Karena Islam adalah agama cinta, bukan agama yang dibangun di atas dendam dan kebencian.

Sumber: Buletin Alfikrah Edisi 11 Tahun XVII 09 Jumad. Ula 1437 H/17 Februari 2016 M
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar



 
Departemen Infokom Wahdah Islamiyah Sidrap
Jln. Musang No. 2 Pangkajene. Sidrap-SulSel
Telp. 0421-7010666
Copyright © 2013. Wahdah Islamiyah Sidrap - All Rights Reserved

Admin : @mukm_in