Home » , , , , » MEKKAH, FATAH, dan MUKTAMAR WAHDAH ISLAMIYAH

MEKKAH, FATAH, dan MUKTAMAR WAHDAH ISLAMIYAH

Written By Arwandy Mu'min on Senin, 22 Februari 2016 | 22.18

Fatah – Futuh – Futuhat “Sekarang giliran kita yg menyerang mereka, bukan mereka yg menyerang kita, dan kita yg akan mendatangi mereka” (Shahih al-Bukhari)

Lima tahun sudah kaum muslimin selalu didatangi dan diserang habis-habisan di Madinah, seba’da tiga belas tahun di Mekkah menjadi bulan-bulanan penentang tauhid. Puncaknya adalah serangan aliansi sekutu penentang Rasulullah ke Madinah dengan judul perang ahzab (dikenal juga perang khandaq). Tetapi pasukan aliansi penentang Rasulullah itupun akhirnya mundur ketakutan, dan Madinah tidak pernah lagi mendapat gangguan dari mereka setelahnya. Maka Rasulullah yg mulia mengumandangkan sabdanya yg diabadikan dalam shahih al-Bukhari diatas “…, dan kita yg akan mendatangi mereka”
Lalu kurang dari setahun kemudian, tepatnya di bulan Dzulqa’dah 6H, Rasulullah dan para shahabat pun mendatangi jantung kota jazirah arab, yaitu Mekkah. Bukan dengan pedang dan ancaman perang, tapi dengan pakaian IHRAM, DZIKIR dan lantunan TALBIYAH. Dan sejarah pun mencatat, jantung kota jazirah arab pun akhirnya tunduk dibawah agama Allah dan Rasul-Nya tanpa ada setetes darah pun tertumpah, dan tiada setangkai ranting pohon pun yg terkoyak pada 8H. Maka turunlah awal surat al-Fath, “innaa fatahnaa laka fathan mubiina” dst. Mekkah si jantung kota jazirah arab itupun tunduk bersimpuh, hingga hari ini kita saksikan bersama.
Seratus tahun dari peristiwa Fathu-Mekkah itu, maka Fath/Fatah (mufrad) yang banyak pun beruntun bergelombang terjadi menjadi Futuh (jama’). Namun karena saking banyaknya maka muncullah istilah Futuhat (jama’ nya jama’), karena memang nyaris tiada berbilang lagi. Islam menyebar ke seluruh alam, Islam secara teritori hampir menaungi separoh bumi. Tidak semuanya tersebar dengan pedang dan perang sebagaimana tuduhan orientalis yg sangat tendensius, tetapi esensinya dengan QUDWAH, DAKWAH dan CINTA. Hingga mereka yg dulunya menentang Islam, setelah Futuhat, justru mereka itulah (yg bukan orang Arab) yg menjadi pilar dan pejuang Islam di garis terdepan, subhanallah… Maka mungkin istilah bahasa Indonesia yang tepat untuk Futuhat adalah “pencerahan”.
* * *
Jika Mekkah adalah Jakarta. Jika Fatah – Futuh – Futuhat adalah proses Ilmu, Amal Dakwah dan Tarbiyah

Maka apakah Muktamar Ormas Islam yang bercorak “ilmu, amal, dakwah dan tarbiyah” yg direncanakan di Jakarta, si jantung kota nusantara tercinta, adalah pertanda “Fathu-Mekkah”? Sementara slogan yg diusung adalah “sejuta cinta untuk Indonesia”, cinta yang akan menimbulkan riak-riak kecil pada mulanya, tetapi akan merambat dan menjalar hingga menjadi gelombang besar atas izin Allah Ta’ala. Gelombang yang akan membawa bahtera besar ini berlayar menuju terminal peradaban, peradaban penuh kedamaian, peradaban yang tunduk kepada Allah Rabbul ‘Alamin.

Ah… mungkin terlalu berlebihan, metafora, hiperbola, atau bahkan lebay. Tapi tidak mengapa.. tulisan ini hanyalah ketukan tuts hasil luapan memori cinta yang membuncah.
Selamat bermuktamar wahai Wahdah Islamiyah, doa dan harapan kami selalu terpanjat, semoga menuai berkah hingga ke jannah, amin.

MAB (Muhammad Agung Bramantya ST., MT., M.Eng., Ph.D), 13 Jumadil Ula 1437 H (lebih empatbelas abad seba’da fathu-mekkah)

Sumber: wahdah.or.id
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar



 
Departemen Infokom Wahdah Islamiyah Sidrap
Jln. Musang No. 2 Pangkajene. Sidrap-SulSel
Telp. 0421-7010666
Copyright © 2013. Wahdah Islamiyah Sidrap - All Rights Reserved

Admin : @mukm_in