Home » , , , , , , » Perwira Polisi Kader Wahdah Islamiyah Meninggal Dunia Ditembak Orang Tak Dikenal

Perwira Polisi Kader Wahdah Islamiyah Meninggal Dunia Ditembak Orang Tak Dikenal

Written By Admin on Selasa, 11 Februari 2014 | 17.31

Penembakan terhadap aparat kepolisian kembali terjadi. Kini yang menjadi sasaran adalah Iptu Muhammad Daud (54), salah seorang perwira pertama yang bertugas di satuan Intelkam Polres Gowa, Sulselbar.

Daud meninggal dunia ditempat penembakan saat hendak pergi kemasjid untuk menunaikan sholat Shubuh.

"Kejadian sekitar pukul 04.55 WITA saat korban hendak pergi ke solat subuh," kata Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Endi Sutendi, lansir detikcom, Selasa (11/2/2014).

Menurut Endi, korban saat itu berangkat ke masjid bersama seorang rekannya, Jafar. Saat diperjalanan keduanya melihat ada orang mencurigakan di rumah milik tetangganya.

"Korban menghampiri sementara saksi terus ke masjid karena sudah masuk waktu solat," ujar Endi.

Saat berada di masjid, Jafar mendengar dua letusan dari luar masjid. Karena tengah sholat Shubuh, Jafar pun tidak mengindahkan suara letusan itu. Baru selepas sholat, saksi keluar bersama jamaah lainnya.

"Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal," ujar Endi.

Akan Dimakamkan Secara Islami

Putri korban penembakan Iptu Muhammad Daud (54), Nurfitriani (20), mengaku semasa hidup ayahnya pernah berpesan agar dimakamkan tidak perlu dengan acara dinas-kepolisian. Hal ini disampaikan Fitriani saat ditemui didepan kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Sulselbar, Makassar, Selasa (11/2/2014).

"Abah pernah berpesan agar ketika meninggal dimakamkan secara Islami tanpa diacarakan upacara dinas-kepolisian," tutur Fitriani yang berjilbab dan cadar hitam ini.

Fitriani menuturkan, semasa ayahnya aktif di pengajian organisasi dakwah Wahdah Islamiyah dan juga aktif sebagai imam masjid Al Hambra, yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.

Korban yang meninggal dunia dalam keadaan memakai baju koko dan peci putih ini dimata putrinya sebagai sosok yang sholeh dan dermawan. Iptu Daud diketahui rutin berpuasa Senin-Kamis dan rajin salat witir dan salat tahajjud.

Hasil penelusuran gemaislam.com, keluarga Iptu Daud adalah keluarga yang taat kepada ajaran Islam, sejak muda ia sudah rajin datang  menghadiri pengajian, bahkan istrinya adalah jamaah kajian tarbiyah Wahdah Islamiyah.

“Beliau sejak muda sering ikut pengajian dan kini umur beliau 50-an. Istri beliau juga ikut tarbiyah,” ujar tokoh muda Wahdah Islamiyah, ustadz Abid Fauzan kepada gemaislam.com, Selasa (11/2/2014)

Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan. (bms) gemaislam.com


Posted via Blogaway
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar



 
Departemen Infokom Wahdah Islamiyah Sidrap
Jln. Musang No. 2 Pangkajene. Sidrap-SulSel
Telp. 0421-7010666
Copyright © 2013. Wahdah Islamiyah Sidrap - All Rights Reserved

Admin : @mukm_in