Home » , , , , , , , , , , , , , , , , » Polri Kurang Anggaran Jilbab Untuk Polwan? Warga Siap Sumbang!

Polri Kurang Anggaran Jilbab Untuk Polwan? Warga Siap Sumbang!

Written By Admin on Kamis, 06 Juni 2013 | 07.20

Mabes Polri mengaku sulit untuk mengubah peraturan kapolri (Perkap) yang mengatur soal seragam anggota Polri termasuk polisi wanita (Polwan). Terlebih, jika memperbolehkan jilbab untuk digunakan sebagai pakaian tambahan Polwan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto menjelaskan, penambahan jilbab jika diberlakukan akan berdampak umum. Sehingga Polri harus menambah kocek tambahan. "Karena kalau pakaian (jilbab) itu dibagikan berarti anggarannya lain lagi,"ujarnya saat dihubungi RoL, Rabu (5/6).


Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendapatkan pengaduan dari salah seorang perempuan anggota kepolisian yang tak dibolehkan mengenakan jilbab. Laporan tersebut  segera ditanggapi.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal MUI KH Tengku Zulkarnaen, alasan yang dikemukakan dalam melarang perempuan yang berprofesi menjadi polisi untuk memakai jilbab bertolak belakang dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Alasan Mabes Polri tidak memperbolehkan polisi wanita (Polwan) untuk mengenakan jilbab karena anggaran mendapat respons masyarakat.
Di dunia maya, banyak tweeps berkicau soal pernyataan yang diungkapkan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Agus Rianto tersebut.
Seperti pemilik akun @ea_vw bernama Vera merespons alasan tersebut dengan kicauan singkat,"Ikut urunan,"ujarnya.

Trainer Muslim yang juga sorang mualaf, Felix Siauw dalam akun @felixsiauw, menjelaskan, personel Polwan yang tercatat pada 2011 adalah 14.012 sangat kecil jika dibandingkan jumlah keseluruhan personel Polri yang mencapai 387.470 orang.
Sehingga, nilai yang dibutuhkan Polri untuk anggaran jilbab pun cukup kecil. "Hanya perlu 1,4 M-an aja kok,"ujarnya. Dia menambahkan, pada 2012, anggaran Polri bahkan tercatat 34,4 triliun. "Masak 1,4 M aja nggak bisa disisihkan? kalo nggak ada beneran kita mau kok urunan,"ujarnya.
Sedangkan, pemilik akun @WishMeKarina beridentitas Karina Yusmaniar mengkritik pernyataan tersebut,"Anggarannya untuk di korupsi ya pak?"

Dai terkenal Abdullah Gymnastiar pun turut berkomentar dalam akun twitter-nya di @aagym.
"Di inggris Polwan diizinkan berjilbab, karena menghargai hak azasi manusia," ungkapnya, Rabu (5/6).
Pimpinan Pondok Pesantren Darut Tauhid Bandung ini pun mempertanyakan Peraturan Kapolri yang tidak memperbolehkan Polwan berjilbab. "Di indonesia mengapa POLRI belum mengizinkan ya?" tanyanya.
Polri tidak memperbolehkan Polwan berjilbab karena adanya Perkap yang sudah mengatur soal seragam Polwan. Guna mendapatkan dukungan agar boleh mengenakan jilbab saat mengenakan seragam dinas, muncul grup 'Dukung Polwan Berseragam di Izinkan Menggunakan Jilbab.
Ustaz Wahfiudin yang mengaku mendapatkan curahan hati seorang polwan yang mengeluh karena tidak diizinkan mengenakan jilbab saat berseragam, mengatakan, grup facebook itu dibuat para polwan yang ingin berjilbab untuk meminta dukungan. Saat ini, grup itu mendapat respon 1.334 Facebooker.

"Jeritan hati perwira Polwan tersebut juga telah disampaikan ke MUI, para ulama dan DPR RI," ujar polwan yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada Ustaz Wahfiudin yang disampaikan ke ROL, Selasa
http://www.republika.co.id
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar



 
Departemen Infokom Wahdah Islamiyah Sidrap
Jln. Musang No. 2 Pangkajene. Sidrap-SulSel
Telp. 0421-7010666
Copyright © 2013. Wahdah Islamiyah Sidrap - All Rights Reserved

Admin : @mukm_in