Home » , , , » Awas Perangkap Syiah

Awas Perangkap Syiah

Written By Wahdah Islamiyah Sidrap on Selasa, 07 Februari 2012 | 12.35

Sekitar sebulan yang lalu, tepatnya hari Sabtu Malam  07 Januari 2012, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Sulawesi Selatan menghadirkan seorang Syeikh dari Iran,  untuk memberikan ceramah pada Peringatan Arbain Syahadah Imam Husain u. Acara ini selain diisi oleh Grup Musik yang membawakan lagu-lagu bertema spiritualitas dan senandung duka atas syahidnya Imam Husain di Padang Karbala, juga dihadiri sekitar 300an jamaah dari berbagai usia dan didominasi oleh kalangan mahasiswa dengan kostum dan penataan ruangan yang bernuansa gelap . Kegiatan ini bertempat di Baruga Rumah Jabatan Walikota Parepare, namun anehnya tidak ada satupun pejabat pemerintah maupun ormas Islam yang ikut hadir dalam kegiatan yang bertajuk Peringatan Arbain Syahadah Imam Husain u se-Sulawesi Selatan tersebut.

Tak banyak masyarakat yang tahu, apa itu IJABI..?? IJABI adalah ormas yang menyokong dakwah syiah di Indonesia. Syiah merupakan firqah (kelompok) yang berseberangan dengan Ahlussunnah karenanya Syiah bukan kelompok yang bermadzhab Syafi’i, Maliki, Hanafi, dan Hambali. Pada prinsipnya Syiah adalah kelompok yang sangat mencintai Ali bin Abu Thalib t dan melebihkannya dari para sahabat lainnya. Akan tetapi, melebihkan seseorang dari yang lainnya berbeda dengan mencintai seorang dan membenci selebihnya. Kecintaan pada ‘Ali t tidak mesti diwujudkan dengan kebencian pada Abu Bakar t, ‘Umar t dan Utsman t (ketiganya adalah Khulafaur Rasyidin sebelum ‘Ali t). Faktanya, kaum Syi’ah sangat membenci sahabat nabi r. terkhusus ketiga tokoh ini, bahkan membenci namanya pula.
Bisa dibayangkan, kalau kemudian kita berangkat dengan cara berfikir seperti ini, maka seluruh hadits yang diriwayatkan oleh sahabat akan gugur dengan sendirinya, sehingga wajar apabila mereka mendirikan sholat 3 waktu saja, mengharamkan sholat Jumat bahkan menambah kalimat syahadat menjadi 3 (tiga) dan dengan beraninya mereka mengedarkan gambar-gambar yang mereka klaim sebagai gambar Rasulullah r serta  banyak ajaran yang aneh lainnya.
Syiah di Indonesia
Tampaknya, musibah besar buat bangsa ini, sejak reformasi bergulir, berbagai aliran sesat, termasuk aliran Syiah semakin berani menunjukkan eksistensinya melalui slogannya pecinta ahlul bait, banyak umat yang simpati dan menjadi pengikut agama Syiah, ditambah lagi banyak tokoh yang mengklaim dirinya sebagai tokoh Islam yang membela paham sesat Syiah. Mulai dari Ketua MUI Umar Syihab,dua petinggi  ormas Islam Din Syamsudin, Said Aqil Siraj, dan sebagainya.
Menurut Umar Syihab, ia  tak sependapat dengan MUI Jawa Timur yang menyebut aliran Syiah sesat. Syiah memiliki madzhab yang sah. Sementara, pada Konferensi Persatuan Islam Sedunia yang berlangsung 4-6 Mei 2008 di Teheran yang lalu, Iran, Din Syamsuddin pernah mengatakan, bahwa Sunni dan Syi’ah ada perbedaan, tapi hanya pada wilayah cabang (furu’iyat), tidak pada wilayah dasar agama (akidah). Menurut Din, Sunni dan Syi’ah berpegang pada akidah Islamiyah yang sama, walau ada perbedaan derajat penghormatan terhadap sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad r, yakni Ali bin Abi Thalib t, beliau juga mengatakan, sewajarnya jika dua kekuatan besar Islam ini (Sunni dan Syi’ah) bersatu melawan dua musuh utama umat saat ini yaitu kemiskinan dan keterbelakangan.
Sementara, Sa’id Aqil Siraj mengatakan ajaran Syi’ah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni., padahal jauh sebelumnya Prof DR Said Aqiel Siraj ( Ketua PBNU sekarang ) mensinyalir dalam disertasi doktoralnya di Universitas Ummul Quro, Makkah Tahun 1984 silam, beliau berkata “Dan merupakan perkara yang diketahui bahwasanya kaum muslimin di Indonesia menghadapi problematika-problematika besar baik problematika politik, ekonomi, sosial dan problematika aqidah. Dihadapan mereka musuh-musuh mereka yang menanti-nanti (keburukan bagi) kaum muslimin berupa gerakan kristenisasi, sekuler, bathiniyah, dan sekte-sekte sesat – Syi’ah, Ahmadiyah, dan Bahaaiyah, lalu Sufiyah”. Jadi apa yang membuat mereka menjadi tokoh yang paling getol membela kaum syiah…?? wallahu a’lam.
Kisruh tentang sesatnya syi’ah memanas setelah Menteri Agama, Surya Dharma Ali menilai Syi’ah adalah ajaran sesat. Penilaian ini didasarkan kepada Surat Keputusan Bersama MUI dan Kementrian Agama yang masih tetap menjadi acuan pemerintah sampai saat ini. “Kemarin saya membuka dokumen, ternyata MUI dan kementerian agama menyatakan Syi’ah bukan Islam,” ujar Surya Dharma Ali.
Penghianatan Kaum Syiah
Bukanlah lebih tepat bagi kita untuk memerangi Orang Yahudi daripada memerangi kaum yang juga bersyahadat…?? Bukankah Allah I berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang diluar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. mereka mengharapkan kehancuranmu. sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti” (QS. Al imran : 118).
Barangkali anda lupa bahwasanya pendiri madzhab ini adalah Ibn Saba’ al Yahudi. Dan mereka kaum Rafidhoh (Syiah), senantiasa bekerjasama sepanjang sejarah dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani semuanya adalah musuh umat ini, maka cukupkah hanya dengan syahadat..? Baik, kami ingin kembali pada kisah peperangan Abu Bakar dengan kaum murtad (yang mana orang Rafidhoh (Syiah) mendukung mereka. Saat itu Mutsanna ibn Harits Asy Syaibani t telah mengejar orang–orang murtad sampai masuk pada wilayah Persi- kemudian Abu bakar t bertanya kepada Mutsanna ibn Harits Asy Syaibani t tentang usaha pengejarannya sehingga sampai di negeri Persi, Mutsanna berkata: “Saya khawatir mereka akan menyerang kami dari belakang, tentunya jika kami telah merasa aman akan hal ini niscaya akan aku perangi mereka walaupun mereka ada di dalam istana Kisra.”
Kita bisa mencermati apa yang dikatakan Mutsanna ketika menjawab pertanyaan Abu bakar t ketika dia mengatakan: “Saya takut apabila diserang dari belakang….!!” Adakah kaum muslimin sekarang ini merasa aman dari serangan tersembunyi dari arah belakang mereka, dari para penghianat di tubuh kaum muslimin..??? Apa yang dahulu dikhawatirkan Mutsanna mustinya sekarang ini kita lebih khawatir akan ancaman mereka disegala tempat dan waktu.  Ya, memang benar apa yang telah dilakukan Sholahuddin Al Ayyubi ketika memutuskan untuk memerangi kaum Rafidhoh (syiah) terlebih dahulu sebelum memerangi orang Nasrani, hingga dia berhasil menumbangkan kekuasaan Ubaidiyyin (Fathimiyyah). Kalaulah tidak, niscaya Sholahuddin tak akan dapat membebaskan Al Quds (Masjid Al Aqsa) dari cengkeraman pasukan salib.  Para sejarawan juga menyebutkan bahwa Khilafah di Istambul terpaksa harus menarik pasukannya yang sudah berada di jantung kota Vienna ibu kota Austria, disebabkan karena Iran Rafidhoh melakukan penyerangan terhadap mereka, belum lagi di tahun 656 ketika mereka membantu Mongol dan Tartar, mereka membunuh Ahlussunnah dan bekerjasama dengan Hulagu khan, ini dilakukan oleh ibn al-alqami dan pengikut syiahnya, Dan inilah bukti sejarah yang mencatat bahwa Rafidhoh telah menjadi sebab terhambatnya perluasan dakwah Islam, maka berapa banyak kebaikan yang telah mereka rusak dengan terang-terangan dan dengan muka manis melafalkan kalimah toyyibah Laa Ilaaha Illallah lalu mereka menusuk kita semua dari belakang.
Sungguh, mereka adalah penghianat-penghianat kaum muslimin. Terbukti ketika mereka membantu tentara Amerika dan sekutunya menaklukkan Taliban dan juga ikut membantai kaum Sunni di Iraq serta mengambil alih pemerintahan di Iraq. Kami juga memiliki data yang valid bahwa mereka (syiah) tidak  akan segan-segan menyiksa dan membunuh sunni hanya karena nama mereka (sunni) adalah Abu Bakar, Umar, Utsman atau Aisyah, hal itu dikarenakan kebencian mereka kepada para sahabat. sehingga kita akan dapati sebuah kondisi dimana kalau jumlah mereka sedikit maka mereka akan merangkul Ahlussunnah (sunni) dengan mengatas namakan ukhuwah dan sebagainya, namun tatkala jumlah mereka banyak mereka akan menjelma menjadi monster pembunuh.
Waspada Terhadap Syiah
Memang benar, bahwa syiah juga bersekte-sekte dan sekte syiah yang paling dekat dengan sunni adalah Syiah zaidiyah, kita sebut saja sebagai Syiah moderat. Bagaimana jika seandainya syiah yang tumbuh di Indonesia adalah syiah moderat, maka sungguh kita telah mendzaliminya…??
Syiah moderat ini kebanyakan berada di Yaman, namun disinyalir jumlahnya sangat sedikit karena dominasi Syiah rofidhoh dari Iran, karenanya sulit untuk mengidentifikasi mereka, terlebih lagi dikarenakan di dalam akidah Syiah terdapat Taqiyah, mereka boleh berbohong demi kemaslahatan golongan. sehingga bisa dibayangkan sangat sulit untuk mengetahui siapa zaidiyah dan siapa Rofidhoh? perlu diketahui, Syiah rofidhoh awalnya memperlihatkan penampilan yang sangat bersahabat, memukau, pendekatan dengan Ahlussunnah melalui dialog perdamaian dan lain sebagainya seolah-olah mereka Syiah moderat. dan ini adalah bentuk permainan cantik yang tidak mudah dicium aromanya. Sebagaimana yang saat ini tengah dirasakan saudara Ahlussunnah di Dammaj Yaman, awalnya Sunni juga mengira bahwa Syiah yang hidup bersama mereka adalah Syiah moderat, toleran terhadap sunni. namun nyatanya setelah memiliki jumlah yang banyak, mereka (syiah) melakukan penyerangan terbuka dengan berbagai persenjataan canggih dan alat-alat berat ke kompleks penduduk Dammaj. Begitupun saudara Ahlussunnah di Suriah. Suriah sebagai sebuah negara Islam, tetapi pemerintahannya dikuasai oleh orang-orang Syiah Nushoiriah. Negara dikendalikan oleh orang-orang yang sangat jahat terhadap Ahlussunnah. Menara-menara masjid dihancurkan, umat sunni dibunuh dan dibantai di dalam masjid, mushaf-mushaf Qur’an disobek-sobek, bahkan tenaga medis pun diberondong dengan senjata mesin. Beginilah kekejaman orang-orang Syiah apabila mereka telah berkuasa.
Lantas apakah nanti, setelah kondisi negara kita seperti ini, kita baru menyesali sikap kita yang memberikan ruang toleransi kepada mereka. Sungguh, tidak bijak hanya karena melihat seekor serigala yang kelihatannya jinak, hingga kita memutuskan untuk memeliharanya. dan sungguh, memelihara mereka (Syiah) sama halnya memelihara serigala bagi anak dan cucu kita.
Untuk itu kami mengajak kepada siapapun yang mengaku dirinya Ahlussunnah untuk selalu waspada, mengenali siapa kawan dan siapa lawan dan untuk para pencari kebenaran yang telah terperangkap bahwa benar, di antara kalian ada dokter yang brilian, insinyur yang pintar, karyawan yang cerdas, dosen yang memimpin dan para mahasiswa yang sedang berjalan menuju berbagai kedudukan penting, namun sayangnya kalian meletakkan tangan kalian di atas tangan orang-orang yang menuntun kalian menuju jurang kebinasaan, padahal kalian orang yang bisa melihat. Akhirnya, kami berdoa kepada Allah I semoga menunjukkan hati kami dan hati kalian kepada kebenaran, kepada Shirat Mustaqim. inilah tujuan kami dan berharap dengan upaya bersama kita bisa membuat ajaran ini hengkang dari tanah kita yang tercinta. Wallahu a’lam
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar



 
Departemen Infokom Wahdah Islamiyah Sidrap
Jln. Musang No. 2 Pangkajene. Sidrap-SulSel
Telp. 0421-7010666
Copyright © 2013. Wahdah Islamiyah Sidrap - All Rights Reserved

Admin : @mukm_in